Detak jarum jam terus berlalu. Saat
semuanya terasa hening,jarum jam tetap berputar pada porosnya, memberikan nada
tersendiri dalam dawai dunia. Tanpa terasa mentari merangkak pulang dengan rona
merahnya. Rasa lelah tak berujung pada putri malam hadir kembali.
Tersadar
sendiri ku di kursi jati yang using, menyaksikan mentari yang pulang dan
melihat hadirnya sang putri malam. Apa yang ada dalam benakku saat itu, tiada
satupun yang tahu. Sendiri, diam dan merenung. Beberapa pertanyaanpun
bergelayut, menggantung, “sesombong itukah dia ?”.
Hari yang terus berganti, dan ternyata
sangat banyak kenangan dan kejadian yang telah terlewati. Mungkin, hanya
lirikan dan sapaan-sapaan kecil yang pernah terlihat dan terlontar dari mulut
dan matanya. Namun semakin sering itu terjadi, maka rasa penasaran ini juga
semakin besar. Yang ku takutkan bila rasa penasaran itu menjadi bom waktu yang
siap meledak di pundakku.
Beberapa kesempatan berlalu, sempat
terselip beberapa canda gurau yang juga kadang hanya ku jawab dengan sebuah
senyuman. Namun lirikan tajam dari mata indahnya membuatku kadang takmampu tuk
bertahan lebih lama tuk bertahan dalam penasaran ini. Sempat beberapa waktu,
ingin hatiku bertanya lebih jauh, namun masih berfikir di otakku, “apakah ini
tidak terlalu cepat ?”.
Mendekati akhir kisah takdir yang
mempertemukanku untuk mengenalnya, keakraban mulai hadir walaupun hanya
berbalas pesan. Penasaran yang telah diujung nadirpun mulai sedikit terjawab. Lihatlah
kemana arah angina berhembus, maka kau akan tahu kemana harus melangkah, itu
merupakan jalan untuk mengurangi rasa penasaranku. Memulai dari sebuah
informasi yang kurasa cukup penting baginya, dan ternyata benar, ia senang
dengan informasi tersebut.
Kurasa, tahap awal telah berjalan dengan
baik untuk menjalin keakraban ini. Selang beberapa saat, keakraban itu terasa
menyenangkan dan kurasa ada sesuatu yang membuatku merasa bahwa telah lama
mengenal dirinya. Entah mungkin dari pembawaannya yang dewasa dan terkesan agak
manja atau yang lainnya. Dan dari beberapa yang terbalas, dia merupakan orang
yang baik.
Dari beberapa balasan yang ku dapat, ada
beberapa yang membuatku kaget dan tergumam, ternyata dalam diam dia juga
menyimpan banyak Tanya terhadapku, bahkan ada beberapa jawaban yang telah ia
dapatkan. Decak kagum juga sempat terlontar di ucapannya. Dan seketika aku
mengerti bahwa kekagumanmu membuatku sadar dimana posisiku saat ini.
Apakah yang akan terjadi setelah ini,
tiada seorangpun yang tahu. Berawal dari rasa penasaran hingga kesadaran yang
diperoleh. Jika memang sesuatu telah menjadi garis takdir sang khalik, maka itu
yang akan kita jalani. Sekuat apapun daya dan upaya yang akan kita lakukan,
tapi ketetapan itu tak akan pernah berubah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar