Rabu, 11 Desember 2013

HANYA SEKEDAR PENGISI KESENDIRIAN WAKTU




Malam yang telah larut itu di isi oleh derai tawa dari beberapa teman sejawat. Mungkin liburan di pantai pada malam itu sangat menyenangkan dan cukup sukses untuk melenyapkan beberapa aktivitas pokok tiap individu. Tak seperti biasa, namun mala mini hanya berkasurkan pasir tanpa alas dan berselimutkan dinginnya angin malam. Setelah melakukan aksi pembakaran, dengan kondisi kenyang merekapun tertidur dengan pulas.
Itu baru sekedar kisah sewaktu liburan. Belum lagi saat dilingkungn rumah dan lingkungan masyarakat. Tanpa terusik dengan hiruk pikuk dunia, mereka tetap bercengkerama di bawah sinar sang putrid malam. Brifing selalu menjadi tema yang menarik jika untuk mempersatukan.
Handphone yang tergeletak di tepi pembaringan hanya penganter tidur dengan lagu-lagu indah yang mengalun walau terdengar lirih. Sementara fungsi aslinya sebagai alat komunikasi, untuk beberapa bulan terakhir mulai berkurang, entah mungkin karena aku telah sampai di titik jenuh atau memang ingin fokus terhadap apa yang ku hadapi saat ini atau cita-citaku saat ini ? akupun kadang tak tahu jawabannya. Mungkin paling sering ku gunakan handphone tersebut untuk menjelajahi dunia maya. Beberapa tahun yang lalu, sempat menjadi facebookers, tidak bisa tanpa fb walaupun hanya dalam hitungan menit, namun saat ini keadaan berbalik 180 derajat untuk fb, tetapi tidak untuk twitter dan bola.net.
Bola.net dan twitter juga sering menjadi dongeng sebelum tidur hingga ku terlelap. Namun aktifnya pada dunia maya dan untuk komunikasi bagaikan langit dan bumi. Entah sejak kapan aku mulai malas dalam menggunakan, atau inikah dampak terlalu jauh yang ditimbulkan oleh seseorang disana ?.
“Sejarah mungkin berulang ?” tanyaku dalam hati. Tergumam memandang cahaya lampu. “Namun kurasa tidak, karena sejarah akan tetap menjadi sejarah, akan terulang karena sama bukan karena waktu dan kesempatan yang akan kembali” jawabku menenangkan hati. Karena aku mengetahui, sebenarnya konsep hidup itu sederhana, yaitu ambil keputusan dan jangan pernah engkau menyesalinya.
Saat sejarah itu berlangsung, tak ada kesendirian waktu. Kurasa dunia terus memancarkan auranya untuk menyapa seluruh alam. Walau malam telah larut, namun takpernah bergeming dengan waktu, yang terjadi tetap handphone dalam genggaman. Virus sempat bersarang di alam bawah sadar diriku hingga lupa akan waktu.
Namun, apakah maniak handphone akan kembali ?. Jika itu memang benar, maka virus lupa akan waktu akan kembali.  Namun bila tidak, mungkin hanya sekedar pengisi kesendirian waktu yang mungkin telah begitu lama tertimpa puing-puing reruntuhan kenangan, hingga akhirnya mati dalam rasa. Memapah tubuh namun tidak dengan ego, ego yang tak ingin memperbarui sebuah nama yang begitu dalam terpasung di jiwa walau hati terus berpaling pada waktu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar