Malam yang
telah larut itu di isi oleh derai tawa dari beberapa teman sejawat. Mungkin
liburan di pantai pada malam itu sangat menyenangkan dan cukup sukses untuk
melenyapkan beberapa aktivitas pokok tiap individu. Tak seperti biasa, namun
mala mini hanya berkasurkan pasir tanpa alas dan berselimutkan dinginnya angin
malam. Setelah melakukan aksi pembakaran, dengan kondisi kenyang merekapun
tertidur dengan pulas.
Itu baru
sekedar kisah sewaktu liburan. Belum lagi saat dilingkungn rumah dan lingkungan
masyarakat. Tanpa terusik dengan hiruk pikuk dunia, mereka tetap bercengkerama
di bawah sinar sang putrid malam. Brifing selalu menjadi tema yang menarik jika
untuk mempersatukan.
Handphone yang
tergeletak di tepi pembaringan hanya penganter tidur dengan lagu-lagu indah
yang mengalun walau terdengar lirih. Sementara fungsi aslinya sebagai alat
komunikasi, untuk beberapa bulan terakhir mulai berkurang, entah mungkin karena
aku telah sampai di titik jenuh atau memang ingin fokus terhadap apa yang ku
hadapi saat ini atau cita-citaku saat ini ? akupun kadang tak tahu jawabannya.
Mungkin paling sering ku gunakan handphone tersebut untuk menjelajahi dunia
maya. Beberapa tahun yang lalu, sempat menjadi facebookers, tidak bisa tanpa fb
walaupun hanya dalam hitungan menit, namun saat ini keadaan berbalik 180
derajat untuk fb, tetapi tidak untuk twitter dan bola.net.
Bola.net dan
twitter juga sering menjadi dongeng sebelum tidur hingga ku terlelap. Namun
aktifnya pada dunia maya dan untuk komunikasi bagaikan langit dan bumi. Entah
sejak kapan aku mulai malas dalam menggunakan, atau inikah dampak terlalu jauh
yang ditimbulkan oleh seseorang disana ?.
“Sejarah
mungkin berulang ?” tanyaku dalam hati. Tergumam memandang cahaya lampu. “Namun
kurasa tidak, karena sejarah akan tetap menjadi sejarah, akan terulang karena
sama bukan karena waktu dan kesempatan yang akan kembali” jawabku menenangkan
hati. Karena aku mengetahui, sebenarnya konsep hidup itu sederhana, yaitu ambil
keputusan dan jangan pernah engkau menyesalinya.
Saat sejarah
itu berlangsung, tak ada kesendirian waktu. Kurasa dunia terus memancarkan
auranya untuk menyapa seluruh alam. Walau malam telah larut, namun takpernah
bergeming dengan waktu, yang terjadi tetap handphone dalam genggaman. Virus
sempat bersarang di alam bawah sadar diriku hingga lupa akan waktu.
Namun, apakah
maniak handphone akan kembali ?. Jika itu memang benar, maka virus lupa akan
waktu akan kembali. Namun bila tidak,
mungkin hanya sekedar pengisi kesendirian waktu yang mungkin telah begitu lama
tertimpa puing-puing reruntuhan kenangan, hingga akhirnya mati dalam rasa.
Memapah tubuh namun tidak dengan ego, ego yang tak ingin memperbarui sebuah
nama yang begitu dalam terpasung di jiwa walau hati terus berpaling pada waktu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar