Kamis, 26 Desember 2013

KEIKHLASAN

            Suatu kata yang sangat sederhana, namun begitu sarat akan makna. Nilai yang terkandung dalam kata itu mempunyai arti. Keikhlasan adalah suatu niat baik dengan disertai ketulusan tanpa pamrih. Dan keikhlasan juga harus disertai tekad yang kuat, karena tak jarang selalu ada hambatan dan goncangan sebagai ujian dalam melaksanakan sesuatu.
            Keikhlasan harus juga disadari dan dipahami, merupakan sesuatu yang mudah dan bahkan sangat mudah. Namun, pada dewasa ini, segalanya berubah. Semua aktivitas dan kegiatan terlalu mudah dinilai dengan uang sehingga hidup menjadi materealistis dan nilainya berkurang.Padahalnya sebenarnya pada saat kita kembali kerahmatullah, yang kita bawa bukanlah uang, tapi amal kebaikan. Mungkin saja salah satu amal kebaikan itu melalui jalan keikhlasan terhadap apa yang kita lakukan.
            Memang, perlu kita sadari bahwa hidup memerlukan uang. Namun, uang bukanlah segalanya. Pahami uang “untuk hidup, bukan hidup untuk uang”. Dan saat ini orang banyak menyalah artikan hal tersebut.
            Keikhlasan sebenarnya tidak hanya memberi, tapi juga dalam menerima. Contohnya antara guru dan murid yang berada di dalam ruang kelas. Keduanya juga harus saling ikhlas. Sebagai guru kita harus ikhlas memberikan ilmu dan sebagai muridpun ikhlas menerima ilmu. Jika ini terjadi maka insyaAllah sampailah ilmu tersebut.
            Dalam mengajar dan berposisi sebagai guru, konsep keikhlasan sangat penting. Karena bagaimanapun juga pembawaan dan rasa yang kita miliki akan sangat berbeda jika dilakukan dengan keikhlasan. Saat menjelaskan, mengajarkan, dan menyampaikan materi akan terasa lebih nikmat jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. Dan fikiranpun lebih tenang, konsep mengajar tidak akan terganggu.
            Sangat jauh berbeda dengan mengajar tanpa keikhlasan. Semua terasa berat terasa sehingga seakan terpaksa. Situasi yang kurang kondusif juga akan menambah kacaunya keadaan. Dan hal seperti ini akan sangat berisiko. Karena hanya akan menyisakan rasa dendam. Apalagi parahnya jika tujuan dendam tersebut adalah peserta didik.
            Bagi guru-guru honorer sangat dibutuhkan rasa keikhlasan ini. Bagaimana tidak, totalitas dan loyalitas telah dijunjung tinggi walaupun insentif yang kita terima hanya sebagian yang sangat kecil jika dibanding para koruptor. Kita hanya mengamalkan keikhlasan, apa yang masih sanggup kita kerjakan, maka kita jangan berkata tidak. Tanpa mengharapkan apapun dan dari pihak manapun.
            Jika hidup berpatokan pada materi, maka tunggulah dan masalah pasti menanti. Berpatokan pada materi sangatlah berbahaya, karena akan mempengaruhi akal sehat. Bagaimana tidak, kita akan selalu mengikuti hawa nafsu tanpa menyadari batas kemampuan kita. Dan bersyukurlah atas apa yang telah Allah berikan.
            Apabila materi lebih penting, maka konsep keikhlasan pasti akan memudar. Tanggung jawabpun dapat bergeser dengan keadaan ini. Keikhlasan bagaikan angin, tak terlihat namun dapat dirasakan. Dan siapa yang bisa merasakan keikhlasan itu sungguh orang-orang yang sangat beruntung. Berbuat baiklah kepada orang lain seperti Allah memberikan baik terhadap diri kita.
25 3 12

Tidak ada komentar:

Posting Komentar