Suatu kata yang
sangat sederhana, namun begitu sarat akan makna. Nilai yang terkandung dalam
kata itu mempunyai arti. Keikhlasan adalah suatu niat baik dengan disertai
ketulusan tanpa pamrih. Dan keikhlasan juga harus disertai tekad yang kuat,
karena tak jarang selalu ada hambatan dan goncangan sebagai ujian dalam
melaksanakan sesuatu.
Keikhlasan
harus juga disadari dan dipahami, merupakan sesuatu yang mudah dan bahkan
sangat mudah. Namun, pada dewasa ini, segalanya berubah. Semua aktivitas dan
kegiatan terlalu mudah dinilai dengan uang sehingga hidup menjadi materealistis
dan nilainya berkurang.Padahalnya sebenarnya pada saat kita kembali
kerahmatullah, yang kita bawa bukanlah uang, tapi amal kebaikan. Mungkin saja
salah satu amal kebaikan itu melalui jalan keikhlasan terhadap apa yang kita
lakukan.
Memang,
perlu kita sadari bahwa hidup memerlukan uang. Namun, uang bukanlah segalanya.
Pahami uang “untuk hidup, bukan hidup untuk uang”. Dan saat ini orang
banyak menyalah artikan hal tersebut.
Keikhlasan
sebenarnya tidak hanya memberi, tapi juga dalam menerima. Contohnya antara guru
dan murid yang berada di dalam ruang kelas. Keduanya juga harus saling ikhlas.
Sebagai guru kita harus ikhlas memberikan ilmu dan sebagai muridpun ikhlas
menerima ilmu. Jika ini terjadi maka insyaAllah sampailah ilmu tersebut.
Dalam
mengajar dan berposisi sebagai guru, konsep keikhlasan sangat penting. Karena
bagaimanapun juga pembawaan dan rasa yang kita miliki akan sangat berbeda jika
dilakukan dengan keikhlasan. Saat menjelaskan, mengajarkan, dan menyampaikan
materi akan terasa lebih nikmat jika dilakukan dengan penuh keikhlasan. Dan
fikiranpun lebih tenang, konsep mengajar tidak akan terganggu.
Sangat
jauh berbeda dengan mengajar tanpa keikhlasan. Semua terasa berat terasa
sehingga seakan terpaksa. Situasi yang kurang kondusif juga akan menambah
kacaunya keadaan. Dan hal seperti ini akan sangat berisiko. Karena hanya akan
menyisakan rasa dendam. Apalagi parahnya jika tujuan dendam tersebut adalah
peserta didik.
Bagi guru-guru honorer sangat
dibutuhkan rasa keikhlasan ini. Bagaimana tidak, totalitas dan loyalitas telah
dijunjung tinggi walaupun insentif yang kita terima hanya sebagian yang sangat
kecil jika dibanding para koruptor. Kita hanya mengamalkan keikhlasan, apa yang
masih sanggup kita kerjakan, maka kita jangan berkata tidak. Tanpa mengharapkan
apapun dan dari pihak manapun.
Jika hidup berpatokan pada materi,
maka tunggulah dan masalah pasti menanti. Berpatokan pada materi sangatlah
berbahaya, karena akan mempengaruhi akal sehat. Bagaimana tidak, kita akan
selalu mengikuti hawa nafsu tanpa menyadari batas kemampuan kita. Dan
bersyukurlah atas apa yang telah Allah berikan.
Apabila materi lebih penting, maka
konsep keikhlasan pasti akan memudar. Tanggung jawabpun dapat bergeser dengan
keadaan ini. Keikhlasan bagaikan angin, tak terlihat namun dapat dirasakan. Dan
siapa yang bisa merasakan keikhlasan itu sungguh orang-orang yang sangat
beruntung. Berbuat baiklah kepada orang lain seperti Allah memberikan baik
terhadap diri kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar